APA YANG SALAH DENGAN AKHIR BULAN RAMADAN?

Sudah menjadi hal yang umum diketahui bahwa semakin mendekati akhir bulan Ramadan maka semakin terlihat kemajuan. Kemajuan yang dimaksud bukan kemajuan jumlah jemaah salat Isya dan salat Tarawih, melainkan kemajuan dari segi saf. Semakin mendekati akhir bulan Ramadan, semakin maju pula saf. Pada awal bulan Ramadan, mungkin saja sebuah masjid dipenuhi oleh jemaah yang mengisi seluruh saf. Lalu pada minggu berikutnya maju satu saf, dua saf, dan seterusnya. Dan pada akhir bulan Ramadan hanya tersisa satu saf saja yang diisi oleh jemaah.

Lanjutkan membaca “APA YANG SALAH DENGAN AKHIR BULAN RAMADAN?”

Iklan

AKIBAT TERLALU BERANI MENAFSIRKAN ALQURAN

Diriwayatkan oleh imam Bazzar dari Huzaifah, dia berkata: “Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda:”

إن ما أتخوف عليكم رجل قرأ القرآن حتى إذا رئيت بهجته عليه، وكان ردئا للإسلام، غيره إلى ما شاء الله، فانسلخ منه ونبذه وراء ظهره، وسعى على جاره بالسيف، ورماه بالشرك. قال : قلت : يا نبي الله أيهما أولى بالشرك؟ المرمي أم الرامي؟ قال: بل الرامي

“Sesungguhnya yang paling aku takutkan dari kalian adalah seseorang yang membaca Alquran, hingga terlihat kebesaran Alquran pada dirinya. Dia senantiasa membela Islam. Kemudian dia mengubahnya, lantas dia terlepas darinya. Dia mencampakkan Alquran dan pergi menemui tetangganya dengan membawa pedang dan menuduhnya syirik.” Saya (Huzaifah) bertanya: “Wahai Nabi Allah, siapakah diantara keduanya yang lebih berhak atas kesyirikan? Yang dituduh atau yang menuduh?” Beliau menjawab: “Yang menuduh.”

Lanjutkan membaca “AKIBAT TERLALU BERANI MENAFSIRKAN ALQURAN”

APAKAH PERBEDAAN PENDAPAT MENYALAHI ALQURAN DAN HADIS?

Sekelompok orang yang menentang adanya perbedaan pendapat para ulama dalam segala hal berpendapat bahwa perbedaan pendapat merupakan suatu hal yang buruk, karena banyak sekali nas-nas dalam Alquran dan hadis yang melarang adanya perbedaan. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa umat Islam mesti berkumpul dalam satu pendapat saja, agar umat Islam tidak bercerai-berai.

Lanjutkan membaca “APAKAH PERBEDAAN PENDAPAT MENYALAHI ALQURAN DAN HADIS?”

TIDAK ADA VERSUS TIDAK TAHU

Mungkin pernah kita menghadiri sebuah kajian atau sebuah tablig akbar, yang mana dalam majelis tersebut, seorang ustaz memperingatkan kita dalam ceramahnya bahwa beberapa amalan yang biasa kita kerjakan sehari-hari tidak ada ditemukan dalil yng mensyariatkannya, lalu kita diancam akan masuk neraka karena mengerjakan amalan tanpa dalil tersebut. Ini lah diantara fenomena yang sering kali kita dapati beberapa tahun belakangan ini. Mungkin ada diantara kita yang merasa heran dan bertanya-tanya dengan fenomena ini. Saya sendiri pada awalnya juga merasa khawatir, namun setelah mendengarkan penjelasan yang panjang lebar dari beberapa orang guru, saya baru mulai merasa tenang dan mengerti.

Lanjutkan membaca “TIDAK ADA VERSUS TIDAK TAHU”